Kamis, 10 Desember 2015

Iklan Rokok Sampoerna - Analisis Tahapan Membangun Komunikasi Yang Efektif



BAB I
Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi apa yang akan dijalankannya. Produk – produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang loyal bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh.
Di Indonesia, rokok merupakan komoditas yang unik. Meski di setiap kemasan diharuskan mencantumkan peringatan pemerintah yang berbunyi “Merokok dapat merugikan kesehatan,” rokok tetap laku di pasaran. Gaya hidup sehat yang semakin merebak, membuat produsen rokok berpikir untuk memproduksi jenis rokok rendah tar dan nikotin, salah satunya adalah produsen rokok Sampoerna A Mild. Iklan produk rokok merupakan suatu iklan yang bisa dikatakan jarang ditayangkan di televisi ataupun disiarkan di radio. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah untuk jam tayang di televisi yaitu di atas pukul 22.00 WIB. Pelarangan iklan rokok yang memvisualisasikan aktifitas merokok, malah memacu kreativitas dari pembuat iklan bagaimana membuat suatu iklan rokok yang bisa menarik perhatian masyarakat.
Iklan rokok Sampoerna A Mild oleh PT Hanjaya Mandala Sampoerna adalah salah satu dari sekian banyak iklan berbagai produk rokok di Indonesia. Penggunaan iklan yang berbeda dilakukan oleh PT. HM Sampoerna dengan pendekatan iklan kontemporer, bahwa komunikasi dengan konsumen harus diciptakan, dipelihara dan yang diperjualbelikan adalah merek/brand. Bagaimana PT. HM Sampoerna menanamkan atau mengkomunikasikan pesan-pesan yang sama sekali tidak berhubungan dengan produk-produknya. Selain itu dengan adanya PP No. 38/2000 yang isinya memperbolehkan rokok beriklan tetapi tidak boleh memperlihatkan aktifitas merokok atau memperlihatkan bungkus, membatasi waktu tayang PT. HM Sampoerna dalam produksi rokok A Mild memunculkan fenomena baru dalam beriklan dengan menampilkan sajian iklan yang tidak memperlihatkan adanya hubungan antara pesan-pesan yang disampaikan dengan produk yang dipasarkan, sesuatu yang terlihat janggal pada dunia iklan pada umumnya. Tampilan iklan dibuat dengan unsur gambar/visual yang lebih dominan karena gambar akan lebih mempunyai arti luas dan bisa diinterprestasikan seluas dan sebebas mungkin oleh calon konsumen atau bisa diartikan untuk selalu berpikir keluar dari kotak (Thinking Out of The Box).
Manfaat atau nilai suatu merk produk yang dijanjikan pada konsumen dikemas dalam pesan untuk mengajak konsumen aktif menggali makna dan pesan yang ada di dalamnya. Pada saat berlangsungnya proses pencarian makna dan pesan itulah sebenarnya merk itu sedang menancapkan kesannya di dalam benak konsumen. Maka, makna dan pesan yang dibawa oleh suatu merk tidak selalu disodorkan ke hadapan konsumen, tetapi ikut ditemukan dan diciptakan oleh konsumen sendiri. Pesan yang disampaikan oleh A Mild banyak melihat fenomena yang terjadi di masyarakat dengan berbagai macam tematik iklan yang selalu diluncurkan A Mild dengan kreatif, berani dan mewakili semangat brand A Mild yakni “Bukan Basa Basi”. Tujuan dari simbolisasi produk melalui iklan hanyalah mengantarkan kembali budaya-budaya dan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat.
Dalam merumuskan pesan iklan membutuhkan empat pemecahan masalah yaitu pertama, isi pesan yaitu sesuatu yang akan disampaikan kepada khalayak sasarannya sehingga diharapkan dapat diperoleh tanggapan yang diinginkan. Kedua, struktur pesan yaitu pengungkapan pesan secara logika sehingga dapat diterima oleh sasarannya, ketiga adalah format pesan yaitu lambang yang digunakan untuk menyandikan pesan dan keempat adalah sumber pesan yaitu pihak yang akan menyampaikan pesan. Rangsangan yang akan diterima berbeda pengertiannya dari konsumen yang satu dengan konsumen yang lain. Hal ini didasarkan kepercayaan yang berbeda terhadap suatu obyek dan efektivitas rangsangan yang digunakan. Pengiklan harus dapat merancang pesan dalam iklannya agar efektif. Periklanan pada umumnya mengandung misi komunikasi pada sasaran dan periode waktu tertentu. Sebagai alat komunikasi, tujuan iklan dapat digolongkan menjadi untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan. Idealnya pesan tersebut harus dapat membangkitkan Attention (Perhatian), Interest (Ketertarikan), Desire (Keinginan), Conviction (Keyakinan) dan Action (Tindakan).


BAB II
Isi
A.   Komunikasi Pemasaran
ü  Proses Komunikasi
Pemasaran modern sekarang ini memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menawarkan dengan harga yang menarik dan mendistribusikan produk dengan cepat ke tangan konsumen. Yang diperlukan oleh perusahaan-perusahaan sekarang ini adalah komunikasi dengan pelanggan sasaran dan juga terhadap pelanggan potensial, pengecer, pemasok, kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada perusahaan dan juga kepada masyarakat umum. Bagi perusahaan, persoalannya bukanlah apakah akan melakukan komunikasi atau tidak, tetapi lebih pada apa yang akan dikomunikasikan, kepada siapa dan kapan saja waktunya untuk berkomunikasi. Untuk melakukan proses komunikasi secara efektif, pemasar perlu memahami unsur-unsur yang mendasari komunikasi yang efektif.
ü  Mengembangkan Komunikasi yang Efektif
Ada beberapa langkah dalam mengembangkan program komunikasi dan promosi total yang efektif :
1.    Mengidentifikasi Audiens Sasaran
Komunikator pemasaran harus mulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasarannya. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi. Audiens tersebut dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu, atau masyarakat umum. Dalam hal ini, Sampoerna A-Mild memilih segmen masyarakat terdidik yang mengerti benar akan bahaya merokok tetapi tetap mengambil resiko untuk merokok. Nantinya, segmen masyarakat ini dapat menjadi konsumen jangka panjang bagi perusahaan, karena merokok dapat menimbulkan keterikatan. Apabila konsumen terikat, maka perusahaan akan memiliki potensi konsumen yang akan loyal dalam jangka panjang.
2.    Menentukan Tujuan Komunikasi
Setelah pasar sasaran dan karakteristiknya diidentifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. PT HM Sampoerna yakin bahwa suatu merek tidak terkenal dengan sendirinya, sehingga komunikasi secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen sangatlah penting mengingat banyaknya persaingan dalam bisnis rokok. Disisi lain, dengan adanya komunikasi, Sampoerna akan dapat beradaptasi dengan mengetahui perubahan permintaan perokok dewasa.
3.    Merancang Pesan
Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya, pesan itu harus menarik perhatian (Attention), mempertahankan ketertarikan (Interest), membangkitkan keinginan (Desire) dan menggerakkan tindakan (Action). Salah satu contoh iklan A Mild “Teman bisa menyejukan hati, Nggak ada Loe nggak Rame”. Pesan tersurat dalam iklan ini adalah soal pertemanan yang bisa berguna menjadi pelipur lara, penahan amarah, dan penyejuk hati. Akan tetapi pada dasarnya kata “Teman” dalan slogan “Teman bisa menyejukan hati” memiliki makna ambiguitas, terkait dengan konteks ini adalah iklan rokok, teman disini memiliki dua arti. Pertama, teman yang sebenarnya teman, yang dalam arti seorang manusia yang kenal dan akrab dengan anda. Kedua, kata “Teman” disini bisa berarti rokok itu sendiri. Dikarenakan, rokok diasosiasikan sebagai teman yang paling setia bagi para penggunanya dan mengingat banyak alasan para perokok bahwa merokok bisa menghilangkan stress, melupakan masalah dan menjadi teman disaat sepi sendiri. Jadi “Teman” bisa menyejukan hati mempunyai makna tersurat sebenarnya teman sesuai deskripsi iklan, namun ketika dikaitkan pada konteks ini adalah iklan rokok, bisa berarti yang dimaksud kata “Teman” itu adalah rokok. Dengan tujuan menyebarkan idea dan skema pada masyarakat, rokok bisa menenangkan hati kita saat marah dan disaat ada masalah.
4.    Memilih Saluran Komunikasi
Komunikator harus memilih saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pesan. Dalam banyak kasus, diperlukan banyak saluran komunikasi yang berbeda. Dalam hal ini, PT HM Sampoerna lebih memilih saluran media massa yang memungkinkan perusahaan mendapat audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang, misalnya radio, televisi dan slogan-slogan.
5.    Menentukan Bauran Promosi (Promotion Mix)
Bauran Promosi merupakan gabungan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Variabel yang terdapat dalam Promotion Mix adalah :


A.    Periklanan (Advertising)
Iklan merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan dan keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Periklanan adalah suatu bentuk atau suatu cara penyajian gagasan tentang produk, baik berupa barang, jasa yang dibiayai oleh sponsor tertentu yang bersifat non personal. PT HM Sampoerna dalam mengiklankan produknya menggunakan media televisi, radio, dsb.
B.    Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
Personal selling merupakan komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya dengan maksud agar penjualan produknya meningkat. Contoh tatap muka secara langsung dapat dilakukan dengan mengadakan event-event rutin yang telah dibuat oleh PT HM Sampoerna, Tbk untuk melakukan promosi produk-produknya dan juga sebagai alat pengenalan produk baru perusahaan guna meningkatkan penjualan.
C.   Publisitas (Publicity)
Publisitas merupakan bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang, dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar. Misalnya melalui surat kabar, majalah, slogan, radio dan televisi. Bentuk yang lebih luas dari publisitas adalah hubungan masyarakat. Tahun 1994 A-Mild menempatkan tulisan atau informasi dengan mengganti motto kampanye Taste of the future dengan How Low Can You Go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Sebagai akibatnya informasi ini dapat memengaruhi orang banyak untuk berpikir ulang dan dapat berakibat aksi dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan saat informasi dipublikasikan.
D.   Promosi Penjualan
Promosi Penjualan merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli oleh pelanggan. Adapun kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna, Tbk antara lain kegiatan Event/Sponsorship. Sampai saat ini, banyaknya event yang diadakan PT HM Sampoerna secara tidak langsung membuka peluang bagi PT HM Sampoerna untuk mempromosikan produk baru tanpa dipungut biaya advertising. Dengan banyaknya event akan meningkatkan brand awareness yang dimiliki produk tersebut sehingga memudahkan produk itu dikenal dan diingat customer.

ü  Strategi Bauran Promosi
Salah satu faktor dalam Bauran Promosi adalah Faktor Pelanggan. Pelanggan Rumah Tangga lebih tepat dipengaruhi oleh iklan, sedangkan jika sasaran yang dituju adalah Pelanggan Industri, maka perusahaan harus menggunakan Personal Selling agar dapat memberi penjelasan-penjelasan dan jasa-jasa tertentu yang berkaitan dengan produk. Dalam kaitannya dengan sasaran yang dituju, ada dua strategi yang dapat digunakan :
1.    Push Strategy yaitu aktivitas promosi produsen kepada perantara, dengan tujuan agar para perantara itu memesan, kemudian menjual serta mempromosikan produk yang dihasilkan produsen. Contohnya, PT HM Sampoerna mempromosikan produknya kepada reseller mengenai produknya, kemudian reseller akan memesan dan menjual produk yang diproduksi oleh produsen (PT HM Sampoerna). Dengan berjalannya aktivitas ini, PT HM Sampoerna akan dengan mudah meningkatkan penjualannya tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak apabila menjual sendiri produknya.
2.    Pull Strategy yaitu aktivitas promosi produsen kepada konsumen akhir dengan tujuan agar mereka mencarinya pada perantara, kemudian memesan produk yang dicari konsumen kepada produsen. Contohnya, PT HM Sampoerna mempromosikan atau melakukan komunikasi langsung kepada konsumen/perokok mengenai rokok yang akan dijual, dengan begitu apabila konsumen/perokok tertarik maka konsumen dapat membeli langsung ke perantara-perantara yang menjual produk PT HM Sampoerna dan perantara akan melakukan pemesanan produk kepada produsen.
Dapat disimpulkan bahwa Personal Selling lebih baik digunakan pada geografis yang kecil dan penduduknya padat. Sebaliknya jika geografis pasar semakin luas dan penduduknya jarang, iklanlah yang lebih sesuai.


BAB III
Penutup
ü  Kesimpulan
Perusahaan PT HM Sampoerna, Tbk merupakan perusahaan rokok besar di Indonesia. Dengan melakukan diversifikasi berbagai merk dan produk, merupakan suatu langkah yang dijalankan oleh PT HM Sampoerna agar perusahaan mencapai income stabil. PT HM Sampoerna menjadikan market sebagai orientasi untuk membuat strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Selain itu, PT HM Sampoerna melakukan diferensiasi produk terhadap produk lain dengan diluncurkannya produk A-Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. dan juga berbagai jenis merk dikeluarkan oleh Perusahaan ini.

ü  Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, kami dapat mengemukakan beberapa saran mengenai perusahaan PT HM Sampoerna, Tbk untuk dapat mempertahankan strategi bisnis yang telah diterapkan, mempertahankan event-event rutin yang telah dibuat oleh PT HM Sampoerna, Tbk untuk melakukan promosi produk-produknya dan juga sebagai alat pengenalan produk baru perusahaan sehingga meningkatkan penjualan, tetap mengembangkan produk, pasar dan industri guna menguatkan pada sektor penjualan PT HM Sampoerna, Tbk dan juga mengembangkan program-program baru guna membantu masyarakat dalam bidang apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

animasi  bergerak gif
My Widget